Pernahkah Anda membayangkan Pernikahan yang hanya terjadi sekali dalam hidup, yang Anda harapkan menjadi salah satu momen terindah dalam hidup Anda malah berubah menjadi suatu bencana yang tidak pernah Anda harapkan dan bayangkan sebelumnya. Mimpi Anda akan suatu pernikahan anggun yang tak terlupakan menjadi sirna tatkala pesta Anda berubah menjadi kacau balau tak ubahnya pasar malam bahkan sebuah bencana!
Hari ini saya menghadiri sebuah pernikahan yang mempelainya tidak saya kenal. Saya mewakili orang tua saya yang diundang oleh orang tua dari mempelai pria. Sesampai di tempat resepsi, tamu undangan sudah cukup banyak yang datang. Tempat yang tidak begitu besar membuat suasana menjadi agak kurang nyaman. Seolah tempat tersebut dipaksakan sebagai ruang resepsi pernikahan. Tempat pelaminan pun terkesan dipaksakan disana karena ruangannya memang kurang mendukung. Antara pintu masuk dan pelaminan hanya berjarak sekitar sepuluh meter. Rasanya kurang enak untuk prosesi pernikahan menuju pelaminan karena jarak yang terlalu dekat. Ruang resepsi tersebut berada di lantai dua, dan karena ruangan yang kurang memadai pula membuat keluarga yang menyambut para tamu harus berdiri di tangga untuk menyambut tamu yang berdatangan. Keadaan tersebut membuat suasana agak kurang nyaman dan janggal.
Saat prosesi pernikahan dimulai, mempelai beserta orang tuanya berjalan menuju pelaminan dengan gontai. Tak ada senyum yang menghiasi wajah mereka, padahal hari itu adalah hari yang seharusnya menjadi hari yang penuh kebahagiaan. Sering kali orang lupa menebar senyum pada saat itu, mungkin mereka terlalu tegang atau suasana pernikahan yang tidak nyaman membuat mereka tidak bisa mengeluarkan senyum secara spontan.
Jalannya resepsi pernikahan terkesan hambar dan kosong, tidak ada rona kebahagiaan di ruangan itu. Hal tersebut diperparah oleh MC yang harusnya bertugas menghidupkan suasana malah membawakan acara resepsi tersebut dengan kaku dan terkesan apa adanya. Ditambah pula oleh pakaian MC tersebut yang tidak ’matching’ antara warna jas dan celana yang berbeda. Dan MC tersebut juga sering melakukan kebiasaannya yang kurang enak tanpa sadar yaitu menggosok-gosokkan microphone ke mukanya yang mungkin gatal.
Saya sering menghadiri resepsi pernikahan dan mengamati kerja orang-orang yang terlibat dalam resepsi tersebut sebagai bahan pelajaran dan pengalaman. Suasana pernikahan hambar yang saya hadiri hari ini masih tergolong lumayan dibanding dengan beberapa pernikahan yang berubah menjadi pasar malam bahkan bencana menurut saya.
Saya sering menghadiri resepsi pernikahan yang awalnya berjalan dengan indah, tiba-tiba saja menjadi pasar malam tatkala pada saat singer sedang melantunkan lagu-lagu cinta yang romantis, seorang anggota keluarga ataupun teman naik ke panggung menyanyikan sebuah lagu putus cinta yang menyedihkan. Mungkin hanya lagu tersebut yang bisa dinyanyikannya. Suaranya yang ’cempreng’ pun hanya pas sebagai penyanyi kamar mandi, namun dengan bangganya dia bernyanyi sekeras-kerasnya. Ataupun seorang kakek yang menyanyikan lagu seriosa yang menyerupai lagu kematian. Benar-benar suatu bencana…suasana resepsi yang indah berubah menjadi pasar malam. Hal ini terjadi karena tidak ada seseorang yang berani berkata tidak untuk hal-hal demikian.
Contoh lainnya, salah satu teman saya baru menyadari setelah melihat foto-foto pernikahannya bahwa ternyata dia tidak memiliki satu foto pernikahanpun bersama ibu kandungnya. Sesuatu yang disesalinya sampai sekarang, apa boleh dikata…hal tersebut telah terjadi dan itu hanya ada sekali seumur hidupnya.
Merencanakan suatu pernikahan perlu dipikirkan dengan matang. Pilihlah vendor-vendor untuk mendukung pernikahan Anda yang bisa dipercaya. Jangan asal memilih vendor-vendor seperti catering, fotografer, wedding planner, MC dan lainnya karena pernikahan Anda bisa menjadi suatu bencana.
Pilihlah vendor yang bisa mengerti keinginan Anda dan bisa mewujudkan mimpi Anda tentang suatu pernikahan yang indah.
Karena pernikahan hanya sekali seumur hidup, tidak seperti pesta ulang tahun yang bisa kita ulang setiap tahunnya. Jadikanlah pernikahan Anda menjadi pernikahan yang tak terlupakan…
Sumber : hendrayeo.com
No comments:
Post a Comment